http://ilmu-semua-komputer.googlecode.com/files/js%20misal%20jacob.js http://ilmu-semua-komputer.googlecode.com/files/js%20misal%20jacob.js

Efek Foto Dark Art

    Kali ini saya ingin membahas tentang Efek Foto Dark Art,Efek foto yang bertemakan horror biasanya dikenal dengan istilah dark art. Walaupun terkesan agak menakutkan, tapi saya suka dengan foto-foto yang beraliran dark art. Kalau anda punya waktu sekarang, silahkan buka Photoshop anda. Mari kita mencoba membuat efek foto beraliran dark art. Foto bahan yang saya gunakan adalah sebagai berikut.

  Dan tekstur..

    Buatlah layer baru di atas Layer 1 dengan cara mengklik icon Create a new layer.

   Klik Clone Stamp Tool (S) pada toolbox, dan dibagian tool option bar pada sample pilih all layers.

   Lakukan cloning pada bagian mata. Cara untuk melakukan cloning adalah sebagai berikut:
  • Atur ukuran brush clone stamp tool. Tekan tombol ‘[‘ pada keyboard untuk memperkecil ukuran brush atau sebaliknya tombol ‘]’ untuk memperbesar ukuran brush.
  • Sembari menekan tombol Alt pada keyboard, klik di bagian bola mata yang berwarna putih untuk mengambil sample image.
  • Lepaskan tombol Alt dan sapukan brush ke bagian bola mata yang berwarna hitam.
  • Lakukan secara berulang-ulang hingga bola mata tampak berwarna putih secara keseluruhan.

    Hasil dari meng-clone adalah seperti berikut ini.

    Sekarang buka foto 2/foto tekstur pada Photoshop (Ctrl+O). Drag & Drop foto 2/foto tekstur ke atas foto 1. Caranya, klik Move Tool (V) pada toolbox, kemudian klik pada canvas image foto 2/foto tekstur dan tanpa melepas klik kiri pada mouse, tarik foto 2/foto tekstur dan letakan di atas canvas image foto 1.

    Dengan menggunakan Move Tool (V) atur posisi foto 2/foto tekstur hingga menutupi seluruh foto 1.

   Ubah Blending Mode dari Normal menjadi Multiply.

    Maka hasil sementara adalah seperti berikut ini.

     Berikan efek hitam putih pada foto. Caranya, tekan tombol ‘D’ pada keyboard untuk merubah Set Foreground Color berwarna hitam dan Set Background Color berwarna putih. Klik icon Create new fill or adjustment layer dan pilih Gradient Map. Jangan lupa klik Ok setelah muncul kotak dialog Gradient Map.

    Dan hasil akhir yang saya dapatkan adalah seperti berikut ini. Semoga bermaanfaat.






























 Terima Kasih Atas Kunjungannya Ke Blogger Saya
       Dan Mohon Tinggalkan Komentarnya Juga

Tutorial Cara Membuat Efek TV 3D Dengan PHOTOSHOP

     Kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana cara membuat efek 3 Dimensi dengan Photoshop,artikel terdahulu photoshopid telah membahas tentang motor matic injeksi irit harga murah yang di dalamnya berisikan kelebihan serta keunggulan dari sepeda motor matic terbaru Yamaha mio j, dan masih berkaitan dengan sepeda motor, tutorial kali ini akan membahas bagaimana cara membuat efek 3D dengan photoshop. lebih tepatnya efek tv 3d yang membuat objek motor di dalam tv terlihat seperti keluar dari televise sama seperti  saat kita memakai kacamata 3d ketika menonton televise 3D. akan tetapi disini photoshopid.com mencoba membuatnya lebih uni yaitu dengan menggunakan televisi lama ( zaman dulu ) yang memiliki fitur 3D TV
   Hasil akhir dari tutorial efek 3d photoshop ini akan tampak seperti gambar di atas, dan untuk kebutuhan source file gambar nya, photoshopid telah menguploadnya menjadi satu file arsip berbentuk (.zip). silahkan gunakan link dibawah ini untuk mendownload source file :

Source file efek 3D TV

Keterangan file arsip (.zip) :
  1. file gambar TV ( Braun_TV.jpg)
  2. file gambar Motor (tarifa-motorcross-009.jpg)

Cara Membuat Efek 3D dengan Photoshop

   Setelah file gambar yang dibutuhkan untuk mengolah foto terdownload dan di extrack di komputer  anda, maka kita akan melanjutkan ke tahap-tahap mengedit efek foto tiga dimensi.

tahap edit Efek 3D

Tahap 1

   Buka aplikasi Adobe Photoshop, kemudian buka file gambar TV ( Braun_TV.jpg | selanjutnya akan saya sebut gambar TV ) ke dalam kanvas kerja, cara nya seperti biasa arahkan mouse ke menu bar : File – Open,  lalu cari lokasi penyimpanan file yang telah di download dan di extrack tadi

Tahap 2

   Sebelum melakukan seleksi area bagian kaca pada gambar TV, klik magic wand tool pada pallete toolbox lalu atur opsi tambahan dari tool seleksi magic wand, klik add to selection, kemudian untuk nilai tolerance biarkan default di 32
fungsi dari add to selction adalah : untuk menambahkan area seleksi secara otomatis saat kita memilih di luar area seleksi
   Seleksi seluruh area kaca pada Gambar TV dengan menggunakan Magic Wand Tool, lakukan klik berulang di area yang belum terseleksi hingga seluruh area kaca Gambar TV terseleksi sepenuhnya.

Tahap 3

   Periksa seluruh area seleksi  dengan melakukan zoom pada kanvas kerja, lalu perbaiki seluruh area seleksi yang dirasa kurang rapi. cara nya zoom kanvas kerja dengan menekan tombol pada keyboard [ctrl] + [+] lalu tekan spasi dan geser untuk memeriksa area seleksi. cara lain melakukan zoom in dan zoom out pada kanvas kerja photoshop adalah dengan menekan tombol [alt] pada keyboard lalu geser ke atas dan kebawah scrool pada mouse anda.
Bila terdapat seleksi yang kurang rapi, rapikan seleksi dengan memilih Polygonal Lasso Tool, atur pula opsi dari polygonal lasso tool sama seperti opsi pada magic wand tool di Tahap 2, dengan mengubah pengaturan seleksi ke add to selection.
Rapikan seleksi yang keluar dari area seleksi kaca tv dengan polygonal lasso tool, dengan menekan tombol [alt] pada keyboard tahan hingga anda melakukan klik pada kanvas kerja
Keterangan Gambar :
  • Bulatan warna Biru : adalah klik awal anda dalam merapikan seleksi
  • Bulatan warna Merah : Klik selanjutnya dalam merapikan seleksi
  • Bulatan warna Hijau : Klik akhir dalam merapikan seleksi dengan melakukan double klik ( 2X klik )
   Lakukan berulang ke area lain yang belum rapi. Cara lain dalam melakukan seleksi adalah dengan menggunakan pen tool, bila ada di antara teman-teman photoshoper yang mengerti atau telah mahir menggunakan pen tool, silahkan mempergunakan tool tersebut, tool pada photoshop sengaja diciptakan untuk kenyaman user dalam mengolah gambar digital, jadi bila dalam melakukan seleksi user merasakan nyaman dengan salah satu tool, pergunakan dengan baik, yang terpenting tujuan akhir nya ialah gambar terseleksi dengan sempurna

Tahap 4

   Setelah area kaca pada gambar tv terseleksi dengan sempurna, klik kanan pada area seleksi lalu pilih feater, masukan nilai feather radius sebesar 1, lalu klik icon created new fill or adjustment layer pada pallete layer dan pilih solid color, pilih warna merah terang pada jendela solid color. lalu atur nilai opacity dari layer color fill 1 yang baru saja terbentuk menjadi 50%
Pada tahap ini pemilihan solid color hanya untuk penanda seleksi  saja, tujuannya untuk mempermudah kita membayangkan area dari kaca televise saat melakukan proses pengolahan gambar

Tahap 5

   Masih di area pallete layer, Klik satu kali Layer Background, layer background akan berubah warna menjadi biru. kemudian buka file gambar Motor yang telah di Download. dengan cara yang sama seperti tahap 1 : File - Open - tarifa-motorcross-009.jpg kemudian pindahkan gambar motor ini ke kanvas kerja gambar tv caranya :
 - tekan [ctrl]+[a] pada keyboard dan setelah semua area gambar motor terseleksi
 - tekan [ctrl]+[c] untuk melakukan perintah copy keseluruhan area seleksi pada kanvas kerja gambar   motor, kemudian
 - tekan [ctrl]+[w] untuk menutup tanpa menyimpan kanvas kerja gambar motor

    Kita akan dihadapkan kembali dengan kanvas kerja gambar tv, langkah selanjutnya ialah melanjutkan proses copy seleksi yang telah kita lakukan di kanvas kerja gambar motor dengan perintah paste, pada keyboard tekan [ctrl]+[v]. secara otomatis layer kedua akan terisi oleh Layer 1 ( gambar motor yang telah kita copy ) dan di atas layer 1, layer color fill 1 berwarna merah dengan opacity 50%.
   Pilih Layer 1 ( Gambar motor ) pada pallete layer kemudian tekan [ctrl]+[t] pada keyboard untuk melakuakn Free Transform, putar dan besarkan ukuran dari layer 1 hingga tampak seperti gambar di bawah ini :
patokan nya adalah kotak berwarna merah yang telah kita buat sebelumnya, pergunakan imajinasi anda, untuk membayangkan batas pembesaran yang dilakukan. bila sudah tekan [ Enter ]

Tahap 6

   Seleksi dengan teliti, bagian tangan hingga kepala nya saja pada layer 1 gambar motor dengan mempergunakan polygonal lasso tool, pergunakan fungsi zoom in dan zoom out untuk melihat detail bagian dari area yang akan kita seleksi, gambar di bawah ini akan menjelaskan area mana yang harus di seleksi.
catatan : lakukan klik pertama pada bagian dalam di area yang berwarna merah untuk kemudian di teruskan mengelilingi tangan hingga kepala dan bagian akhir seleksi juga di dalam area yang berwarna merah, ingat klik akhir seleksi dengan double klik ( 2X klik )
   Setelah area terseleksi dengan rapi, kemudian tekan [ctrl]+[j] untuk menduplikasi area yang terseleksi pada layer 1, dan pada pallete layer akan terbentuk satu layer baru yaitu layer 2, yang berisi hanya area yang telah kita seleksi yaitu bagian tangan dan kepala saja.

   Tekan dan tahan tombol [ alt ] pada keyboard lalu klik layer mask thumbnail pada layer color fill 1, sambil menahan tombol [ alt ] dan klik kiri kemudian geser mouse bawah, letakkan layer mask thumbnail  tepat disamping gambar motor layer 1, maka disamping gambar motor akan terbentuk satu buah layer mask thumbnail yang sama seperti layer mask thumbnail layer color fill 1 dan layer 1 secara langsung termasking seperti layer color fill 1

Tahap 7

   Project edit foto 3D kita hampir selesai, lakukan hide layers pada layer color fill 1 dengan cara klik layer color fill 1 kemudian arahkan mouse ke Menu Bar : Layers – Hide Layers, maka area berwarna merah pada kanvas kerja akan menghilang,
catatan : hide dan unhide layer juga bias kita lakukan dengan melakuakan klik pada icon mata disamping layer
   Selanjutnya Klik Layer 1 kemudian tekan [ctrl]+[j] untuk menduplikasi layer 1, akan terbentuk satu layer baru yang bernama layer 1 copy di atas layer 1, pilih brush pada toolbox,tekan tombol [D] pada keyboard kemudian tombol [X] pada keyboard untuk merubah warna foreground menjadi warna putih, lalu klik layer thumbnail nya layer 1 copy. dan sapukan brush ke layer masking sehingga bagian debu dari gambar motor tampak keluar dari area maskingnya.

Tahap 8

   Klik Layer Thumbnail pada layer 1 copy, ingat Layer Thumbnail bukan Layer Mask Thumbnail, dan untuk menghilangkan warna putih pada layer 1 copy kita akan mempergunakan background erase tool, perhatikan juga pengaturan dari opsi background erase agar nantinya warna putih dari layer 1 copy dapat ter-erase dengan baik.
   Sampling : once | limits : discontiguos | Tolerance : 68 | cetang Protect Foreground Color.
Tahan tombol [alt] dan klik tepat di area sample color ( lihat gambar dibawah ), box foreground akan berubah warna menjadi warna seperti warna sample yang telah kita pilih, selanjutnya klik area berwarna putih, jangan lepas klik kiri mouse anda sebelum area berwarna putih terhapus sempurna
   Penggunaan background erase tool sebenarnya telah saya bahas pada artikel seleksi rambut, tapi disini Saya ulang kembali dikarnakan banyak user yang gagal mempraktekkan tutorial tersebut, akan tetapi tidak sedikit pula email yang masuk ke saya mengucapkan terimakasih karna telah berhasil mempraktekkan tutorial seleksi rambut tersebut, mungkin sebagian user yang gagal dalam mempraktekkan sepenuhnya kesalahan saya dalam menuliskan artikel yang sulit dipahami oleh pembaca. Saya terima dengan baik saran, kritik, pujian, bahkan cacian dari pembaca www.photoshopid.com tujuan nya tak lain untuk membuat photoshopid.com menjadi lebih baik lagi.

Tahap 9

   Beberapa langkah lagi project Efek 3D kita akan selesai, langkah selanjutnya setelah warna putih di-erase dengan menggunakan background erase tool, kita akan memunculkan pantulan sinar di gambar tv, tujuan nya agar hasil akhir dari foto menjadi terlihat lebih baik. caranya :
Klik Layer paling bawah pada Pallete Layer ( Layer Background ) dan tekan tombol [ctrl]+[j] pada keyboard untuk menduplikasi Layer background, kemudian kita juga akan meletakkan layer mask ke dalam layer background copy, layer mask yang sama seperti layer mask  ( layer 1 & Color Fill 1 ), caranya sama seperti yang kita lakukan pada Tahap 6.
Tekan dan Tahan Tombol [alt] kemudian Klik Layer Mask Thumbnail Layer 1 dan arahkan ke Layer Background Copy. setelah Layer mask thumbnail terbentuk pindahkan layer background Copy ke posisi di atas Layer 2. kemudian Blending dengan menggunakan Mode hard Light
( Mode Blending terdapat pada Pallete Layer Bagian Atas, disamping Opacity dan Fill )

Tahap 10

   Selanjutnya kita akan menyembunyikan bagian-bagian tertentu pada Layer background Copy, tujuan nya agar pantulan sinar kaca televise tampak lebih real dan efek 3D yang akan kita munculkan lebih terasa. pilih brush tool untuk menyembunyikan masking pada layer background copy, sebelumnya pastikan warna dari Foreground berwarna Hitam. lalu klik Layer mask Thumbnail ( Layer background Copy )
Catatan : untuk menyembunyikan masking gunakan warna Hitam #000000 dan untuk memunculkan Masking gunakan Warna Putih #FFFFFF
   Sapukan Brush ( ingat warna Foreground harus berwarna hitam ) ke area yang tidak berwarna merah seperti gambar dibawah ini :
   Klik ikin Create New Fill or Adjusment Layer ( sama seperti Tahap 4 ) lalu pilih Color balance, atur nilai-nilai dari Color Balance baik itu Highlight, midtones, dan Shadows nya seperti gambar dibawah ini :
   Letakkan atau posisikan Layer Color Balance ini di posisi paling atas dari seluruh Layer, Klik Lalu tahan dan geser ke atas. sampai disini efek 3d photoshop kita telah selesai, untuk hasil akhir yang sempurna semua saya serahkan pada kreativitas dan imajinasi pembaca.
  
Terima Kasih Atas Kunjungan Ke Blogger Saya 
         Dan Tinggalkan Juga Komentarnya

Sejarah,Faktor Pendorong,Layanan Cloud Computing

Sejarah Cloud computing

   Sejarah Cloud computing berawal dari tahun 1960-an, saat John McCarthy, pakar komputasi MIT yang dikenal juga sebagai salah satu pionir intelejensia buatan, menyampaikan visi bahwa “suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik seperti listrik dan telepon”. Namun baru di tahun 1995 lah, Larry Ellison, pendiri Oracle , memunculkan ide “Network Computing” sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang saat itu merajai desktop computing dengan Windows 95-nya.
Larry Ellison menawarkan ide bahwa sebetulnya user tidak memerlukan berbagai software, mulai dari Sistem Operasi dan berbagai software lain yang dimasukkan ke dalam PC Desktop mereka. PC Desktop bisa digantikan oleh sebuah terminal yang langsung terhubung dengan sebuah server yang menyediakan environment yang berisi berbagai kebutuhan software yang siap diakses oleh pengguna.
Ide “Network Computing” ini sempat menghangat dengan munculnya beberapa pabrikan seperti Sun Microsystem dan Novell Netware yang menawarkan Network Computing Client sebagai pengganti desktop.
Popularitas Cloud computing semakin menjulang saat di awal 2000-an, Marc Benioff seorang mantan Vice Precident di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software as a Service, Salesforce.com, yang mendapatkan sambutan sangat baik dari para pengguna. Dengan misinya yang terkenal yaitu “The End of Software”, Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan visi atasannya di Oracle, Larry Elisson, tentang Network Computing yang akhirnya menjadi kenyataan satu dekade kemudian.
Selanjutnya jargon Cloud computing bergulir seperti bola salju menyapu dunia teknologi informasi. Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Google dengan Google App Engine-nya, tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya.

Faktor Pendorong

     Tren perkembangan dunia komputer telah berubah sejak satu dekade terakhir. Komputer terutama server yang pada awalnya berukuran besar semakin ke sini semakin kecil dan ringkas. Sampai saat ini server yang terbilang cukup ringkas adalah jenis blade server. Perubahan ini tidak lepas dari adanya penemuan dan kemajuan dalam bidang processor. Sejak ditemukannya nano technology, telah merubah platform CPU menjadi sebuah sistem yang sangat ringkas dari segi fisiknya.
Faktor yang turut mempengaruhi adalah adanya pemanasan global yang diakibatkan oleh emisi gas buang serta kalor yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas manusia. Emisi gas buang yang dihasilkan dari industri, kendaraan bermotor, dan aktivitas lainnya sangat berpotensi merusak lapisan ozon kita. Akibat dari hal itu adalah sinar matahari langsung masuk menembus hingga ke permukaan bumi yang pada akhirnya akan meningkatkan suhu di permukaan bumi. Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, maka kini manusia berlomba-lomba menciptakan teknologi yang ramah lingkungan alias Green Technology.
Kehidupan manusia yang semakin dinamis dan mobile juga menjadi salah satu  faktor pendorong perkembangan teknologi komputasi menuju era cloud computing. Kebutuhan user akan availability, reliability, flexibility, dan scalability menjadi tuntutan yang harus dipenuhi sebagai sebuah garansi service atau layanan. Dengan menerapkan teknologi cloud computing, maka keempat hal tadi akan dapat dipenuhi dan nantinya akan mencapai pada tingkat investasi dalam term cloud service yang cepat dan mudah.
Perubahan paradigma di sisi manajemen dan keuangan juga menjadi faktor lain yang mendorong pertumbuhan cloud computing saat ini. Dahulu manajemen biasa untuk menginvestasikan dana di awal dalam bentuk Capital Expense  yang cukup besar agar ke depannya dapat menekan Operational Expense. Tapi sejak ditemukannya teknologi cloud computing, Capital Expense saat ini bisa dikurangi bahkan bisa ditiadakan dan cukup mengeluarkan biaya untuk Operational Expense saja apabila kita menggunakan Public Cloud. Bisa dibayangkan efisiensi yang di dapatkan jika kita menerapkan cloud computing dalam organisasi kita.

Layanan Cloud computing

   Ternyata meskipun menggunakan internet sebagai medianya, tidak semua layanan di internet disebut sebagai cloud computing karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:
  1. Layanan bersifat “On Demand“, pengguna dapat berlangganan sesuai dengan kebutuhan, dan membayar hanya untuk yang mereka gunakan saja.
  2. Layanan bersifat elastis/scalable (Rapid Elasticity), di mana pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang dia inginkan kapan saja dan sistem selalu bisa mengakomodasi perubahan tersebut.
  3. Layanan bersifat BroadNetwork Access yang sepenuhnya dikelola oleh penyedia/provider, yang dibutuhkan oleh pengguna hanyalah komputer personal/notebook ditambah koneksi internet.
  4. Layanan bersifat Measured Service, layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Penggunaan layanan  cloud computingdibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.
  5. Layanan Resource Pooling, layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Cloud computing mempunyai 3 jenis layanan sebagai berikut, yaitu :
  1. Infrastructure as a Service (IAAS), dalam  hal ini penyedia hanya menyediakan sumber daya komputasi seperti prosesor, memori, dan storage yang sudah tervirtualisasi. Namun, penyedia layanan tidak memasang sistem operasi maupun aplikasi di atasnya. Pemilihan OS, aplikasi, maupun konfigurasi lainnya sepenuhnya berada pada kendali user. Contohnya seperti  Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
  2. Platform-as-a-service (PAAS): hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini memungkinkan developer untuk tidak memikirkan hardware dan tetap fokus pada application development-nya tanpa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainya. Jadi Penyedia menyediakan layanan berupa platform, mulai dari mengatur server-server mereka secara virtualisasi sehingga sudah menjadi clustersampai menyediakan sistem operasi di atasnya. Pengguna hanya perlu memasang aplikasi yang kita buat di server tersebut. Contohnya yang telah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
  3. Software-as-a-service (SAAS): Hal ini memfokuskan pada aplikasi dengan Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan social network application seperti Facebook.
Layanan Cloud Computing
Layanan Cloud Computing
Sedangkan dari sifat jangkauan layanannya, terbagi menjadi Public Cloud, Private Cloud dan Hybrid Cloud.
  1. Public Cloud, menggambarkan cloud computing dalam pengertian umum yang tradisional dimana sumber daya secara dinamis ditetapkan dengan layanan mandiri melalui internet oleh pihak ketiga. Dengan menggunakan Public Cloud ini kita dapat sedikit berhemat, karena tagihannya cukup berdasarkan penggunaan sesuai kebutuhan.
  2. Private Cloud, merupakan jaringan proprietary atau data center yang memasok layanan kepada orang-orang dengan lingkup dan jumlah terbatas. Layanan ini merupakan layanan cloud yang dioperasikan hanya untuk sebuah organisasi atau perusahaan tertentu. Infrastrukturnya bisa saja dikelola secara mandiri maupun melalui pihak ketiga. Lokasinya pun bisa on-site atau off-site. Biasanya layanan ini hanya digunakan oleh perusahaan skala besar atau enterprise.
  3. Hybrid Cloud merupakan komposisi dari dua atau lebih infrastruktur cloud (Private dan Public). Walau secara entitas mereka tetap berdiri sendiri-sendiri, namun tetap dihubungkan oleh suatu teknologi atau mekanisme yang memungkinkan portabilitas data atau aplikasi di antara cloud tersebut.
    Demikian sedikit (atau banyak ya? :mrgreen: ) sharing mengenai cloud computing, semoga dapat bermanfaat. Dan saya sangat terbuka apabila memang ada yang dapat memberikan informasi lebih lanjut, karena saya pun masih dalam tahap belajar. 
        
Terima Kasih Atas Kunjungannya Ke Blogger Saya Ini 
               Dan Tinggalkan Komentarnya Juga

Apa Yang Di Maksud Dengan Cloud Computing Dan Bagaimana Mengadopsinya

     Cloud Computing adalah suatu istilah yang banyak digunakan oleh Industi IT yang memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Namun pada intinya Cloud Computing adalah suatu pergeseran dari perusahaan dalam membeli dan memelihara server dan aplikasi on-premise yang mahal, dan bergerak menuju metode penyewaan IT, sesuai dengan kebutuhan, dari satu penyedia layanan publik.
Cloud Computing adalah suatu istilah yang banyak digunakan oleh Industi IT yang memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Namun pada intinya cloud computing adalah suatu pergeseran dari perusahaan dalam membeli dan memelihara server dan aplikasi on-premise yang mahal, dan bergerak menuju metode penyewaan IT, sesuai dengan kebutuhan, dari penyedia layanan public cloud.
Hanya dalam beberapa tahun terakhir hal ini telah menjadi layak dan masuk akal bagi perusahaan untuk memindahkan teknologi mereka ke sebuah pusat data yang dikelola secara profesional oleh pihak luar. Perubahan ini telah didorong oleh mulai tersedianya Internet berkecepatan tinggi yang tidak hanya tersedia di kantor Anda, tetapi juga di rumah, di warung kopi dan di mana saja anda dapat melakukan penerimaan sinyal telepon seluler. Kenyataan ini telah memungkinkan terjadinya konsolidasi yang revolusioner.
Alasan ekonomi yang menjadi pendorong di belakang konsolidasi ini adalah penghematan biaya yang signifikan dan pengurangan risiko yang diterima oleh perusahaan ketika mereka memusatkan sumber daya teknologi mereka di sebuah pusat data yang dikelola secara profesional oleh pihak luar. Penyedia layanan publik dapat mengimplementasikan keamanan industri yang paling canggih dan proses ketersediaan yang tinggi serta menawarkan pemantauan dan pemeliharaan server 24x7.
Biaya teknologi yang lebih rendah karena penyedia layanan public dapat berbagi sumber daya teknologi dan melakukan pembelian perangkat keras dan perangkat lunak dalam jumlah besar untuk Anda. Saat ini, dengan biaya lebih murah perusahaan dapat mendapatkan perangkat lunak terbaru maupun ketersediaan sistem yang tinggi yang dulunya hanya bisa dijangkau oleh perusahaan besar.

Bagaimana cara mengadopsi Cloud Computing?

     Ada dua pendekatan umum untuk mengadopsi Cloud Computing; pendekatan tradisional dengan melakukan pengembangan dari waktu ke waktu, atau pendekatan langsung dengan migrasi langsung dari sistem yang berjalan di public cloud.

Dimulai dengan pendekatan tradisional ...

     Pendekatan tradisional adalah pendekatan di mana anda melakukan transformasi secara bertahap, dengan setiap tahap adalah pengembangan dari tahap sebelumnya. Langkah pertama adalah mengadopsi teknologi virtualisasi server (VMware, Hyper-V dll) dan menggunakannya di seluruh platform perangkat keras yang dibeli dengan spesifikasi khusus; langkah berikutnya adalah mengadopsi layer manajemen dan otomatisasi yang memungkinkan anda untuk meningkatkan pemanfaatan investasi dari infrastruktur dan mulai memberikan layanan yang lebih konsisten; selanjutnya mengadopsi kerangka IT Service Management yang baru, mengotomatisasi permintaan layanan dan proses provisioning, dan menerapkan sebuah mekanisme tagihan internal (chargeback); kemudian setelah platform berjalan dengan stabil, mulailah menggunakan layanan dari provider luar dan melakukan penggabungan platform internal dan eksternal menjadi satu platform (hybrid cloud); akhirnya, ketika tiba saat membuat keputusan bisnis yang tak terelakkan untuk menggunakan layanan IT dari pihak luar, penggunaan sumber daya internal akan dihapuskan karena semua layanan bisa didapatkan dari penyedia layanan public cloud.
Umumnya pendekatan tradisional ini dianggap sebagai pendekatan dengan memilki tingkat risiko lebih rendah dalam mengadopsi cloud, namun pendekatan ini umumnya akan menemui resistensi terbesar dari tim IT yang berusaha menolak perubahan. Selain itu ada risiko lain yang muncul apabila pembelian terjadi perangkat keras yang tidak tepat akibat usaha untuk meminimalkan risiko keuangan melalui "memulai kecil" dan pengembangan saat bisnis mulai berkembang; tetapi kemudian terbebani oleh investasi yang tidak dapat dihilangkan dan harus dipertahankan dengan beban yang disesuaikan dengan kapasitasnya.

Sekarang, pendekatan langsung ...

     Dalam pendekatan ini, seluruh investasi awal (CapEx) dihindari, dan sebaliknya, aplikasi internal/server tradisional yang ada dipindahkan langsung ke penyedia layanan public cloud dengan sistem sewa (OpEx). Sebagai langkah awal, seluruh aplikasi yang ada dicoba untuk dipindahkan ke layanan Software as a Service (SaaS) yang memiliki fitur yang sama, tapi jika tidak memungkinkan, seluruh server fisik beserta isinya disalin dan dipindahkan ke dalam lingkungan Infrastructure as a Service (IaaS) tanpa memberikan dampak kepada pengguna/user (umumnya bahkan mereka tidak akan sadar bahwa server telah berpindah).
Pendekatan langsung ini memiliki keuntungan yang cukup banyak, terutama meminimalkan investasi yang cukup besar di awal, juga memiliki beberapa kelemahan, dibutuhkan penerapan segera tagihan internal/penggantian biaya, dan memiliki strategi pendanaan IT yang dapat mengakomodasi perubahan dalam biaya operasional.
Walaupun ada anggapan bahwa pendekatan tradisional saat ini dianggap memiliki risiko terendah, namun sebenarnya pendekatan langsunglah yang memiliki risiko terendah; ini dikarenakan adanya dua sistem yang berjalan secara aralel; sistem lama tetap beroperasi pada platform internal, dan sistem baru yang berjalan pada platform public cloud hingga saat yang tepat setelah dilakukan pengujian dan kemudian melakukan pemadaman platform internal.
IndonesianCloud menyadari bahwa memulai transformasi ke cloud dapat menjadi sesuatu hal yang membingungkan bagi banyak perusahaan, untuk itu, untuk membantu mengenali hal-hal yang dibutuhkan, dan menentukan jalur mana yang harus ditempuh, kami menawarkan serangkaian layanan konsultasi khusus yang ditargetkan untuk menganalisa beban kerja internal dan menentukan profil risiko serta kesesuaian dalam memilih platform berbasis cloud.
Anda dapat melakukan survei "Cloud readiness" yang sederhana (layanan dari VMware) dengan mengikuti link berikut: http://getcloudready.vmware.com/crsa/
Gambar di bawah adalah representasi grafis dari dua jalur yang berbeda dalam mengadopsi cloud computing; Rute 1 adalah pendekatan tradisional (jalur biasa), dan Rute 2 merupakan rute langsung (bebas hambatan) menuju public cloud.
Road to Cloud
     Terima Kasih Atas Kunjungannya Ke Blogger Saya
         Dan Mohon Tinggalkkan Komentarnya Juga